Menu Utama
Jamur Tiram Depan
Jamur Tiram Produk
Jamur Tiram Daftar Harga
Jamur Tiram & Olahannya
Menu Lainnya
Kerjasama & investasi
Pelatihan Jamur Tiram
Jamur Tiram News
Jamur Tiram Galery
Jamur Tiram Kontak
Hubungi Kami

 

 0812 8840 621

0813 1620 379


Pengunjung
mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterToday150
mod_vvisit_counterYesterday210
mod_vvisit_counterThis week1745
mod_vvisit_counterThis month4770
mod_vvisit_counterAll102665

Recommended service:
online dating alert signals
Bibit Jamur Tiram

Berikut ini beberapa proses dalam pembibitan jamur tiram

1.  BIBIT JAMUR TIRAM (F0)

Proses yang pertama adalah pengambilan spora langsung dari indukan jamur tiram / jamur tiram dewasa. Suatu Jamur Tiram Putih dewasa mempunyai bilah-bilah atau sekat-sekat yang jumlahnya banyak. Di dalam bilah-bilah tersebut terdapat bagian yang disebut Basidia. Di ujung Basidia terdapat kantung yang berisi banyak spora atau disebut juga Basidiospore. Fungsi Spora adalah untuk berkembang biak.Media yang biasa digunakan untuk menghasilkan kultur murni jamur konsumsi adalah Potatoes Dextrose Agar   (PDA) yang dapat dibeli dalam bentuk siap pakai.

Dari satu tabung bibit F1 bisa digunakan untuk usaha budidaya jamur tiram skala menengah.

2.  BIBIT JAMUR TIRAM (F1)

Bibit jamur tiram F1 yang saya bahas disini merupakan hasil turunan dari bibit F0. Dari satu tabung  F0 bisa diturunkan menjadi 60 botol bibit F1.

Pembiakan tahap kedua bertujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari biakan murni. Dari PDA dimasukkan ke media biji-bijian, bahannya berupa gandum, sorgum dan jagung. Kemasan yang digunakan botol.

3.  BIBIT JAMUR TIRAM (F2)

Dari bibit jamur tiram F1 diturunkan lagi menjadi bibit jamur tiram F2. media yang digunakan sama dengan yang digunakan pada F1. Pembiakan tahap ketiga ini juga bertujuan memperbanyak misellium dari bibit F1.

Dari bibit jamur F2 nantinya bisa digunakan untuk pembibitan pada media tanam (baglog) menjadi 30 baglog.

4.  MEDIA TANAM BAGLOG

Pembiakan tahap keempat bertujuan memperbanyak miselium jamur yang berasal dari pembiakan tahap kedua. Media pembiakan berbeda dengan media pembiakan sebelumnya, karena media pembiakan tahap ketiga ini berhubungan dengan media tanam di kumbung.  Bahannya berupa serbuk kayu gergaji, dedek bekatul, kapur, gypsum, tepung jagung, dan air.  Media dengan bahan campuran serbuk kayu dan biji-bijian dianggap lebih baik karena kandungan unsur-unsur yang dibutuhkan jamur lebih lengkap. Semoga info ini bermanfaat bagi para pembaca yang ingin mencoba berbudidaya jamur. Untuk cara pembuatan bibit di atas akan saya bahas di sesi berikutnya. terima kasih

Untuk Pemesanan bibit jamur tiram dapat menghubungi kami

 

 
Next >